Postingan

Rndm day divaaa yg resign setelah 4 bulan bekerja

  Baiklah, hai temanteman. Kembali lagi pada cerita rndm day divaaa yg resign setelah 4 bulan bekerja. 4 bulan? Itu kerja apa hamil kucing? Wkwk Gusti Allah ngga pernah bilang semua masalah akan terasa mudah, tapi Dia bilang, disetiap kesulitan, selalu ada kemudahan. Kamu kesulitan ditempat pekerjaan, tapi kamu dimudahkan menerima uang gaji tanpa memikirkan banyak resiko. Kamu kesulitan memikirkan resiko pekerjaan, tapi kamu dimudahkan menerima keluasan kesempatan dan waktu . Diva pernah menerima permintaan jasa terapi, yg sekali kunjungan, setara dengan 2 hari gaji diva di salah satu klinik. Menyenangkan, tapi permintaannya tidak datang setiap hari. Diva pernah menerima permintaan bekerja, yg per-satu jamnya tidak sampai sepuluh ribu. Menyusahkan, tapi diva berangkat dengan hari dan gaji pasti. Iya, long story short, ceritanya diva sudah sampai ditahap ‘memilih berhenti dari tempat bekerja’ Jauh sebelum hari ini datang, Pak Yai Anshori Syukri Anshori Syukri sering ...

Selamat datang di 21 🤍

Ini cerita tentang bolu ultah adeknya diva, adek cincin. tahun ini, dia punya banyak dream tart. pengen kaya trend ini, pengen kaya trend itu. H-2 pemesanan, dia masih bingung. setelah fiks mau model yg kaya apa, ternyata di gosting sama admin toko kue-nya. akhirnya, di H-1 ultah, kue belom ada. yah, ngga bisa pas 00.00 deh 😅🤏🏼 semalem kita cari-cari toko kue yg rekomended dan sesuai budget. ketemu sama Brastagi Bakery. pesen semalem, Alhamdulillah sore ini udah jadi. Ultah cindy tahun ini lumayan menguras energi dan waktu buat cari-cari bolunya. tapi diva bangga dan bersyukur, cindy udah bisa belajar menentukan kemauannya, usaha dan belajar menerima konsekuensi atas pilihannya. sebuah kegiatan orang dewasa untuk cindy. lahir sebagai anak bungsu, cindy tumbuh dengan sudut pandang "pilihan adek ngga bagus, pasti pilihan mama/papa/kakak lebih bagus". pernah jadi adik kecil bukan berarti selamanya cindy adalah anak kecil, meski tidak bisa di pungkiri, dimata kaka dan papa ...

Lembar Tagihan-Nya

Belum genap 1 bulan, Sejak tahun 2026 dimulai. Entah diva yg memang belum siap, atau diva yg tidak pernah mempersiapkan diri sebelumnya, pagi hari diva mendapat pesan singkat untuk mendaftarkan diri di lowongan pekerjaan dekat rumah. Tidak sampai 10 menit perjalanan. Lowongan dari salah satu Lembaga pelayanan kesehatan milik pemerintahan. Tarik mundur, sebenarnya lowongan itu sudah di sebar kira-kira dua pekan yang lalu oleh kawan diva di grup angkatan. Saat itu diva langsung meneruskan pesannya kepada mama, diva katakan betapa tergiurnya diva dengan tawaran pekerjaan tersebut. Obrolan kami pun mengalir sampai pada cerita salah seorang muassis ponpes lasem , bu Ny. Ma’shum . Singkat ceritanya beliau adalah seorang sholihah yg berpuasa selama 30 tahun berturut-turut. 10 tahun untuk nirakati dirinya sendiri, 10 tahun untuk anak keturunannya dan 10 tahun untuk santri-santrinya. Diceritakan pada masa beliau tirakat tersebut, penerangan masih menggunakan lampu minyak dan sumur timba un...

Seorang Anak Kecil dan Baju '"bau toko"nya

  Sepanjang bulan maret dan april ini, diva sedang senang²nya membaca buku 'self-reparenting' dari Kak Dhannisa Cho yg tempo hari diva beli. beberapa kali mencoba melihat dengan sudut pandang anak kecil, saat bersama anak-anak. juga berusaha melihat dengan sudut pandang anak kecil yg bersembunyi dalam diri orang dewasa di sekitar diva. ''YaAllah, inget banget dulu anak-anak kecil (sampai hari raya lebih) seminggu masih bau toko'' (karena bajunya baru dari toko) Kata papa, setelah akhirnya memakai setelan kaos baru (yg memang sepertinya sengaja belum ia cuci) dan celana baru kado ulang tahunnya. Tahun ini, ulang tahun papa diva bertepatan dengan hari raya Idhul Fitri. Setelah membaca Gentle Souls, diva menyadari, salah satu jiwa dengan anak kecil paling rapuh dirumah adalah beliau yg selalu menjadi kuat. Saat itu, sambil memikirkan akan memberi kado apa, sambil diva membayangkan "kapan terakhir kali ia mendapat perayaan ulang tahunnya ? apakah ada di masa...

Seri psikologi dan kabur ngaji (lagi) 😀

Gambar
  Kalo ngendikane Pak Yai Anshori, jadilah apapun profesinya, bercita-citalah, pelajari ilmu apapun, tapi selalu bawa serta 'pakem-pakem gurumu'. nilai-nilai yang ditanamkan dari gurumu. mungkin itu juga alasan diantara banyak buku beliau, Romo Yai Abdullah Sa'ad memberi diva buku 'Nalar Inshofi' dipertemuan pertama dan ternyata terakhir kalinya. Lahul Faatihah.  Ceritanya, akhir-akhir ini diva lagi baca buku "Si Kecil yg Terluka Dalam Tubuh Orang Dewasa" karyanya Patresia Kirnandita. ada banyak sudut pandangnya yg menurut diva menggelitik untuk dibahas, salah satunya di bagian ini.  Dalam agama islam khususnya, seorang muslim disunnahkan memulai hari dengan sholat fajar/ qobliah subuh yg ganjarannya adalah seperti memiliki dunia dan seisinya. kenapa ? agar seorang muslim sadar, memiliki self esteem atau 'keberhargaan diri' yg tinggi. sehingga orientasi hariannya bukan lagi sekedar mencapai hasil, melainkan menikmati proses. bahwa hasil adalah pem...

Kopi, Bergadang dan Tenang 🌻

Gambar
  Seperti ngendikane Pak Yai Anshori; setiap manusia berbuat baik untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain. Begitu pula sebaliknya. Teori ini sangat sejalan dengan teori stoikisme dimana, yg bisa kita kendalikan adalah respon kita, apa yg ada dalam diri kita dan yg kita lakukan. Adapun respon orang lain, hal yg terjadi dalam diri orang lain dan apa yg mereka lakukan itu diluar kendali kita. Maka bagaimana agar kita bisa menjadi seorang yg terkendali ? tidak mudah terpancing, tidak mudah asal melepaskan emosi ? mungkin bisa dimulai dengan mengenali diri sendiri, dengan memahami apa yg terjadi pada diri kita, maka kita akan mudah berproses mencari solusi untuk diri kita. Tulisan ini panjang dan ruwed, mungkin karena diva masih dalam proses, mungkin juga karena diva udh jarang bangeeet nulis, atau mungkin juga karena diva memang sedang tidak fokus. Tapi ngga papa, mulai (lagi) dulu aja, itung-itung pemanasan. Jadi, selamat membaca dan terimakasih untuk waktunyaa 🌻 Randm day di...

Ngga usah semangat, males juga ngga papa 😄

 Sebuah tulisan yang diva tulis saat kabur dari jam ngaji diva. Mwehehe. Semoga Pak Yai dan Bu Nyai diva selalu diberikan usia yang panjang, disehatkan badannya, di sabarkan dan lapangkan hatinya punya santri modelan diva 😀😅 semoga diva pendek kabur-kaburnya. Jangan lama-lama :") cepet dan awet sadarnya, Aamiin. Kebiasaan lama diva yg belum kunjung berkembang adalah, membagi work life balance ke dalam 7 hari. Belum sampai kepada 24 jam. Maksudnya gimana ? Kebutuhan pengembangan diri diva saat ini, diva memiliki 2 lingkungan utama yg berbeda. Lingkungan pondok dan luar pondok. Berdasarkan Wlb yg sudah diva lakukan kemarin, diva masih sebatas membagi prioritas menjadi senin-kamis untuk luar pondok (karena saat itu semester akhir), jum'at untuk diri sendiri (blank space, libur) dan sabtu minggu untuk kebutuhan pondok (full tanpa menyentuh keperluan kampus) Setelah lulus perkuliahan, diva merasa perlu melepas semua yang berkaitan dengan perkuliahan, untuk fokus dengan kebutuha...

Mari kita siasati kerokan itu 💆🏻‍♀️

Ps; Kalau kau membaca tulisan ini dan merasa bingung atau pusing, terimakasih sudah menyempatkan membacanya 🌻 tulisannya memang tidak serapih biasanya, karena author sedang menulis dengan terlalu apa adanya 🙏🏻😄  Setelah aktifitas full di hari selasa karena geladi bersih, dilanjut siangnya mutar muter solo beli entah bunga, entah kuku, entah kaus kaki dan entah ciput, sorenya langsung gas solo balapan untuk menjemput mama papaku, malam masih ada keperluan mbak² salaf, ada menjahit baju, ada mengurus keberangkatan mama papa ke acara haul masjid al-khoir yang diva nyusul setelahnya. Jam 9 malam baru bisa sampai di acara haul masjid Al khoir. Selesai jam 11 malam, diva masih semangat menemani yahro yg ngidam muter2 pasar malem sampai pulang pondok di jam 12.00. Setelah menata tempat tidur mama dan papa, diva yang cukup besar keinginannya menambahkan manik2 di baju ini masih sibuk menjahit sampai jam 01.30. Tidur yang sebentar itupun dibarengi memakai masker karna khawatir kalau kal...

Sebuah kisah nyaris romantis.

Gambar
Palur, 12 september 2024 Malam itu, dipalur, dengan ragaku yang pikirannya melayang jauh entah kemana. Seusai pembacaan kitab maulid Simtuddurror oleh Kak Syeima, usai pula tugasku sebagai pemandu acara. Kemudian, "alangkah indahnya hidup ini, andai dapat kutatap wajahmu". Selayang pandang aku teringat wajah crush-ku. Tiba-tiba wajahnya terlintas begitu saja. Seorang yg kutaksir cukup lama, yg wajahnya sangat lama tidak pernah ku tatap lagi, yg batang hidungnya sudah sangat lama tak pernah tampak, yg bola matanya sudah sangat lama tidak pernah beradu pandang denganku. Sambil memikirkan sekelebat pengelihatan itu, sambil mirisku berfikir. Kalau selalu aku merindukan crush-ku, lalu kapan aku merindukan Kekasih-Nya ? Kekasih kita semua. Sedang, kalau merindu saja belum, maka kapan aku akan berjumpa seumur hidupku ? Bagaimana bisa aku menginginkan berjumpa dengan Kekasih, sedang pikiranku saja tidak terikat kesana ? Alangkah indahnya hidup ini, andai dapat kutatap wajahmu. Kan...

Males cuci piring sampai Bu Nyai turun tangan? 😱

  Males cuci piring sampai Bu Nyai turun tangan? 😱 Hai mentemen, ini cerita diva. Seorang anak perempuan pertama yang cukup menikmati Eldest Daughter Syndrome-nya 🌻. Semua berawal sejak diva merasa cukup sulit membuat konten Ngendikane Pak Yai. Sedikit banyak diva bertanya-tanya, kenapa? Tapi pastinya karena ada sesuatu yang belum selesai dari diri diva. Makanya diva belum bisa berbagi ke luar. Karena diva masih sibuk dengan diri diva sendiri. Diva lupa ini bermula sejak kapan, tapi yang pasti beberapa saat setelah menerima tawaran home care akupunktur sebulan lalu, diva sempat sibuk dengan home care dan kesibukan menguras emosi seperti Pkkmb adik diva, cindy, bikin diva beberapa saat linglung. Kehilangan standar prioritas diri. Stress terpendam. Masalah kelola input output keuangan yang cukup rumit dengan fisik lelah saat persiapan sepanjang Pkkmb. Juga kontrol emosi antara menyesuaikan emosi pribadi dan menanggapi emosi dari adik diva yang sangat culture shock dengan Pkkm...

A True Love 🌻

A true love; ngendikane Pak Yai Anshori, cinta orang tua kepada anaknya, seberapapun tidak berarti anaknya dimata orang lain, dimata orang tua, anaknya tetap yang terbaik. Ngendikane Pak Yai Anshori; "coba bapak-bapak, ibu-ibu, anake panjenengan dituker. Yang punya anak perempuan, dituker sama anak yang cantik, santun, pinter, rajin. Yang punya anak laki-laki dituker sama anak laki-laki yang ganteng, bagus, santun, rajin. Siapapun orang tuanya, mereka akan jelas menjawab tidak". Hari ini hari pertama diva bertemu dengan orang tua dari salah satu warga sasaran Kkn Otof Cipipec. Dimana anggota Kkn dibagi menjadi 3 kelompok dan di sebar pada beberapa keluarga sasaran untuk dilakukan pendampingan. Di hari ini juga, diva temui seorang ibu, dari rumah tangga yang bisa dibilang sangat cukup. Luas rumah tersebut kira-kira 3×10 meter d engan beberapa ruangan hanya berbatas triplek. Diva mendapati rumah sederhana yang tampak luas tanpa banyak perabotan. Ruang kamar tanpa amben. Tanp...

Seperti mencintai, kita semua awam soal skripsi

  Seperti mencintai, kita semua awam soal skripsi . Sebuah cerita preview perjalanan roller coaster menghadiahi skripsi pada diri ini. Ps. Cerita ini panjang. Kira-kira 2 minggu sebelum hari ini, diva udah mulai mikir. Mau hadiahin apa ya ? Buat diri sendiri ? Mau foto apa buat post instagram nanti. Sampai akhirnya, diva pikir sebuah hal yg sangat berharga ketika diva bisa sidang skripsi sebelum tanggal 18 ini. Dengan semangat optimis bisa ngejar sebelum tanggal 18, hari itu senin 13 mei 2024 diumumin, kalo pertengahan bulan ini (15 mei 2024) belum sidang, kemungkinan belum bisa mengikuti Kkn_yg juga syarat wisuda_. Fyi, di Poltekkes Surakarta , sistemnya adalah sidang skripsi jadi syarat ikut Kkn . Setelah tanggal 6 dan 7 diva masih stuck sama hitungan Spss yg ngga kunjung ketemu. Ditambah 8,9, 10 libur bersama. Kemudian dibuka hari senin pagi dg pengumuman tanggal terakhir pendaftaran Kkn adalah tanggal 15 cukup bikin syock. Shick shack shock ya 😅 Merasa hampir ngga punya har...

sebuah "Rndm day diva 🌻"

Gambar
Hai gais, ini diva. Sekarang diva sedang berada di perpus kampus bukan mengerjakan skripsi. Tapi mengerjakan masalah saat berproses mengerjakan skripsi. Kalo kalian penikmat story whatsapp diva, ini adalah sebuah konten “Rndm day diva” versi Panjang. Ngendikane Pak Yai Anshori, tugas kita adalah menerima apa yang bisa diterima saat ini, dan mengusahakan yang akan kita terima dimasa mendatang. Maka yang harus diterima adalah yang ada saat ini, yang sudah terjadi didepan mata. Bukan (kekhawatiran pada) resiko yang belum terjadi. rumusnya begitu. Tapi pada perjalanannya, Ceritanya, beberapa hari ini_mungkin terhitung sejak diva menerima ‘revisi’ Bab 3, diva mengalami penurunan minat, kelihangan fokus dan seperti tidak memiliki motivasi. Diva beberapa kali merasa perlu melarikan diri dari berisik kepala diva yang tidak bisa diartikan. Tidak terbaca oleh server. Semua bermula dari revisi dospem diva yang merekomendasikan “True-experimental”. Sebuah penelitian dengan Tingkat keseriusan...

Bukan tulisan penting

" Maaf ya, Maaf yaa kalo kamu harus mendengar ucapan yg nyakitin, kalo kamu harus mendengar ucapan yang bikin kamu ngga nyaman. Maaf yaa " Kata ku pada diva. Matanya yang semula hanya penuh berembun, sekarang deras dihujani air mata. Sebuah Cerpen. Beberapa saat yang lalu. Diva yang memiliki hajat kecil dan merupakan pendatang tidak memiliki gayung dan ember. Dua gedung kamar mandi dengan air sangat terbatas yang dipisahkan gang setapak dan akses jalan yang harus melewati dapur  membuat diva sedikit panik. Bolak balik memastikan kesediaan air dan alat Mck nya. Berpindah beberapa kali dari satu gedung wc ke gedung lain. Melihat air, keluar lagi mencari gayung, kembali lagi akan mengumpulkan air yang ternyata naasnya sudah tidak mengalir. Akhirnya diva kembali ke gedung lain setelah 3 kali bolak-balik. Tanpa angin tanpa hujan, dari arah seberang, teras dapur tepatnya, seseorang meminta nya untuk menyalakan lampu. Selain tidak mengerti lampu mana yang dimaksud, diva juga tidak m...

Sarapan pagi dari Kanjeng Syeikh

Gambar
  Sebuah Tahadduts Bi Ni'matillah Sudah menjadi adat, dimana kegiatan pondok pagi jum'at pondok dimulai dengan pembacaan Rotib Kubro di Maqbaroh Romo Yai Abdulllah Sa'ad. Pembacaan Manaqib Kanjeng Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani, mauidzhoh hasanah oleh Pak Yai Anshori dan di tutup dengan sarapan bersama dengan menu Nasi Liwet Ayam Kampung. Perkuliahan diva yang udah mulai kira-kira 2 pekan ini bikin diva harus pinter-pinter nyesuain jam. Antara kegiatan pondok yang ngga sampai hati buat ditinggal, dan kegiatan kampus yang memang kewajiban. Hari ini, jam 05.45 diva baru berangkat ke maqbaroh. Setelah terlambat beberapa menit karena harus nyiapin peralatan kuliah dan harus dalam keadaan siap untuk kuliah di jam 08.00. Rapih berseragam. Estimasi manaqib biasa selesai kurang lebih jam 07.00 dengan mauidzoh 15 menit jadi 07.15. Berhubung jam subuh yang lebih siang, 04.30 berimbas pada manaqiban yang akhirnya selesai 07.10. Rincian jam yang sebelumnya sudah diperkirakan harus mundur...