Postingan

Lembar Tagihan-Nya

Belum genap 1 bulan, Sejak tahun 2026 dimulai. Entah diva yg memang belum siap, atau diva yg tidak pernah mempersiapkan diri sebelumnya, pagi hari diva mendapat pesan singkat untuk mendaftarkan diri di lowongan pekerjaan dekat rumah. Tidak sampai 10 menit perjalanan. Lowongan dari salah satu Lembaga pelayanan kesehatan milik pemerintahan. Tarik mundur, sebenarnya lowongan itu sudah di sebar kira-kira dua pekan yang lalu oleh kawan diva di grup angkatan. Saat itu diva langsung meneruskan pesannya kepada mama, diva katakan betapa tergiurnya diva dengan tawaran pekerjaan tersebut. Obrolan kami pun mengalir sampai pada cerita salah seorang muassis ponpes lasem , bu Ny. Ma’shum . Singkat ceritanya beliau adalah seorang sholihah yg berpuasa selama 30 tahun berturut-turut. 10 tahun untuk nirakati dirinya sendiri, 10 tahun untuk anak keturunannya dan 10 tahun untuk santri-santrinya. Diceritakan pada masa beliau tirakat tersebut, penerangan masih menggunakan lampu minyak dan sumur timba un...

Seorang Anak Kecil dan Baju '"bau toko"nya

  Sepanjang bulan maret dan april ini, diva sedang senang²nya membaca buku 'self-reparenting' dari Kak Dhannisa Cho yg tempo hari diva beli. beberapa kali mencoba melihat dengan sudut pandang anak kecil, saat bersama anak-anak. juga berusaha melihat dengan sudut pandang anak kecil yg bersembunyi dalam diri orang dewasa di sekitar diva. ''YaAllah, inget banget dulu anak-anak kecil (sampai hari raya lebih) seminggu masih bau toko'' (karena bajunya baru dari toko) Kata papa, setelah akhirnya memakai setelan kaos baru (yg memang sepertinya sengaja belum ia cuci) dan celana baru kado ulang tahunnya. Tahun ini, ulang tahun papa diva bertepatan dengan hari raya Idhul Fitri. Setelah membaca Gentle Souls, diva menyadari, salah satu jiwa dengan anak kecil paling rapuh dirumah adalah beliau yg selalu menjadi kuat. Saat itu, sambil memikirkan akan memberi kado apa, sambil diva membayangkan "kapan terakhir kali ia mendapat perayaan ulang tahunnya ? apakah ada di masa...

Seri psikologi dan kabur ngaji (lagi) 😀

Gambar
  Kalo ngendikane Pak Yai Anshori, jadilah apapun profesinya, bercita-citalah, pelajari ilmu apapun, tapi selalu bawa serta 'pakem-pakem gurumu'. nilai-nilai yang ditanamkan dari gurumu. mungkin itu juga alasan diantara banyak buku beliau, Romo Yai Abdullah Sa'ad memberi diva buku 'Nalar Inshofi' dipertemuan pertama dan ternyata terakhir kalinya. Lahul Faatihah.  Ceritanya, akhir-akhir ini diva lagi baca buku "Si Kecil yg Terluka Dalam Tubuh Orang Dewasa" karyanya Patresia Kirnandita. ada banyak sudut pandangnya yg menurut diva menggelitik untuk dibahas, salah satunya di bagian ini.  Dalam agama islam khususnya, seorang muslim disunnahkan memulai hari dengan sholat fajar/ qobliah subuh yg ganjarannya adalah seperti memiliki dunia dan seisinya. kenapa ? agar seorang muslim sadar, memiliki self esteem atau 'keberhargaan diri' yg tinggi. sehingga orientasi hariannya bukan lagi sekedar mencapai hasil, melainkan menikmati proses. bahwa hasil adalah pem...

Kopi, Bergadang dan Tenang 🌻

Gambar
  Seperti ngendikane Pak Yai Anshori; setiap manusia berbuat baik untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain. Begitu pula sebaliknya. Teori ini sangat sejalan dengan teori stoikisme dimana, yg bisa kita kendalikan adalah respon kita, apa yg ada dalam diri kita dan yg kita lakukan. Adapun respon orang lain, hal yg terjadi dalam diri orang lain dan apa yg mereka lakukan itu diluar kendali kita. Maka bagaimana agar kita bisa menjadi seorang yg terkendali ? tidak mudah terpancing, tidak mudah asal melepaskan emosi ? mungkin bisa dimulai dengan mengenali diri sendiri, dengan memahami apa yg terjadi pada diri kita, maka kita akan mudah berproses mencari solusi untuk diri kita. Tulisan ini panjang dan ruwed, mungkin karena diva masih dalam proses, mungkin juga karena diva udh jarang bangeeet nulis, atau mungkin juga karena diva memang sedang tidak fokus. Tapi ngga papa, mulai (lagi) dulu aja, itung-itung pemanasan. Jadi, selamat membaca dan terimakasih untuk waktunyaa 🌻 Randm day di...

Ngga usah semangat, males juga ngga papa 😄

 Sebuah tulisan yang diva tulis saat kabur dari jam ngaji diva. Mwehehe. Semoga Pak Yai dan Bu Nyai diva selalu diberikan usia yang panjang, disehatkan badannya, di sabarkan dan lapangkan hatinya punya santri modelan diva 😀😅 semoga diva pendek kabur-kaburnya. Jangan lama-lama :") cepet dan awet sadarnya, Aamiin. Kebiasaan lama diva yg belum kunjung berkembang adalah, membagi work life balance ke dalam 7 hari. Belum sampai kepada 24 jam. Maksudnya gimana ? Kebutuhan pengembangan diri diva saat ini, diva memiliki 2 lingkungan utama yg berbeda. Lingkungan pondok dan luar pondok. Berdasarkan Wlb yg sudah diva lakukan kemarin, diva masih sebatas membagi prioritas menjadi senin-kamis untuk luar pondok (karena saat itu semester akhir), jum'at untuk diri sendiri (blank space, libur) dan sabtu minggu untuk kebutuhan pondok (full tanpa menyentuh keperluan kampus) Setelah lulus perkuliahan, diva merasa perlu melepas semua yang berkaitan dengan perkuliahan, untuk fokus dengan kebutuha...

Mari kita siasati kerokan itu 💆🏻‍♀️

Ps; Kalau kau membaca tulisan ini dan merasa bingung atau pusing, terimakasih sudah menyempatkan membacanya 🌻 tulisannya memang tidak serapih biasanya, karena author sedang menulis dengan terlalu apa adanya 🙏🏻😄  Setelah aktifitas full di hari selasa karena geladi bersih, dilanjut siangnya mutar muter solo beli entah bunga, entah kuku, entah kaus kaki dan entah ciput, sorenya langsung gas solo balapan untuk menjemput mama papaku, malam masih ada keperluan mbak² salaf, ada menjahit baju, ada mengurus keberangkatan mama papa ke acara haul masjid al-khoir yang diva nyusul setelahnya. Jam 9 malam baru bisa sampai di acara haul masjid Al khoir. Selesai jam 11 malam, diva masih semangat menemani yahro yg ngidam muter2 pasar malem sampai pulang pondok di jam 12.00. Setelah menata tempat tidur mama dan papa, diva yang cukup besar keinginannya menambahkan manik2 di baju ini masih sibuk menjahit sampai jam 01.30. Tidur yang sebentar itupun dibarengi memakai masker karna khawatir kalau kal...

Sebuah kisah nyaris romantis.

Gambar
Palur, 12 september 2024 Malam itu, dipalur, dengan ragaku yang pikirannya melayang jauh entah kemana. Seusai pembacaan kitab maulid Simtuddurror oleh Kak Syeima, usai pula tugasku sebagai pemandu acara. Kemudian, "alangkah indahnya hidup ini, andai dapat kutatap wajahmu". Selayang pandang aku teringat wajah crush-ku. Tiba-tiba wajahnya terlintas begitu saja. Seorang yg kutaksir cukup lama, yg wajahnya sangat lama tidak pernah ku tatap lagi, yg batang hidungnya sudah sangat lama tak pernah tampak, yg bola matanya sudah sangat lama tidak pernah beradu pandang denganku. Sambil memikirkan sekelebat pengelihatan itu, sambil mirisku berfikir. Kalau selalu aku merindukan crush-ku, lalu kapan aku merindukan Kekasih-Nya ? Kekasih kita semua. Sedang, kalau merindu saja belum, maka kapan aku akan berjumpa seumur hidupku ? Bagaimana bisa aku menginginkan berjumpa dengan Kekasih, sedang pikiranku saja tidak terikat kesana ? Alangkah indahnya hidup ini, andai dapat kutatap wajahmu. Kan...

Males cuci piring sampai Bu Nyai turun tangan? 😱

  Males cuci piring sampai Bu Nyai turun tangan? 😱 Hai mentemen, ini cerita diva. Seorang anak perempuan pertama yang cukup menikmati Eldest Daughter Syndrome-nya 🌻. Semua berawal sejak diva merasa cukup sulit membuat konten Ngendikane Pak Yai. Sedikit banyak diva bertanya-tanya, kenapa? Tapi pastinya karena ada sesuatu yang belum selesai dari diri diva. Makanya diva belum bisa berbagi ke luar. Karena diva masih sibuk dengan diri diva sendiri. Diva lupa ini bermula sejak kapan, tapi yang pasti beberapa saat setelah menerima tawaran home care akupunktur sebulan lalu, diva sempat sibuk dengan home care dan kesibukan menguras emosi seperti Pkkmb adik diva, cindy, bikin diva beberapa saat linglung. Kehilangan standar prioritas diri. Stress terpendam. Masalah kelola input output keuangan yang cukup rumit dengan fisik lelah saat persiapan sepanjang Pkkmb. Juga kontrol emosi antara menyesuaikan emosi pribadi dan menanggapi emosi dari adik diva yang sangat culture shock dengan Pkkm...

A True Love 🌻

A true love; ngendikane Pak Yai Anshori, cinta orang tua kepada anaknya, seberapapun tidak berarti anaknya dimata orang lain, dimata orang tua, anaknya tetap yang terbaik. Ngendikane Pak Yai Anshori; "coba bapak-bapak, ibu-ibu, anake panjenengan dituker. Yang punya anak perempuan, dituker sama anak yang cantik, santun, pinter, rajin. Yang punya anak laki-laki dituker sama anak laki-laki yang ganteng, bagus, santun, rajin. Siapapun orang tuanya, mereka akan jelas menjawab tidak". Hari ini hari pertama diva bertemu dengan orang tua dari salah satu warga sasaran Kkn Otof Cipipec. Dimana anggota Kkn dibagi menjadi 3 kelompok dan di sebar pada beberapa keluarga sasaran untuk dilakukan pendampingan. Di hari ini juga, diva temui seorang ibu, dari rumah tangga yang bisa dibilang sangat cukup. Luas rumah tersebut kira-kira 3×10 meter d engan beberapa ruangan hanya berbatas triplek. Diva mendapati rumah sederhana yang tampak luas tanpa banyak perabotan. Ruang kamar tanpa amben. Tanp...

Seperti mencintai, kita semua awam soal skripsi

  Seperti mencintai, kita semua awam soal skripsi . Sebuah cerita preview perjalanan roller coaster menghadiahi skripsi pada diri ini. Ps. Cerita ini panjang. Kira-kira 2 minggu sebelum hari ini, diva udah mulai mikir. Mau hadiahin apa ya ? Buat diri sendiri ? Mau foto apa buat post instagram nanti. Sampai akhirnya, diva pikir sebuah hal yg sangat berharga ketika diva bisa sidang skripsi sebelum tanggal 18 ini. Dengan semangat optimis bisa ngejar sebelum tanggal 18, hari itu senin 13 mei 2024 diumumin, kalo pertengahan bulan ini (15 mei 2024) belum sidang, kemungkinan belum bisa mengikuti Kkn_yg juga syarat wisuda_. Fyi, di Poltekkes Surakarta , sistemnya adalah sidang skripsi jadi syarat ikut Kkn . Setelah tanggal 6 dan 7 diva masih stuck sama hitungan Spss yg ngga kunjung ketemu. Ditambah 8,9, 10 libur bersama. Kemudian dibuka hari senin pagi dg pengumuman tanggal terakhir pendaftaran Kkn adalah tanggal 15 cukup bikin syock. Shick shack shock ya 😅 Merasa hampir ngga punya har...

sebuah "Rndm day diva 🌻"

Gambar
Hai gais, ini diva. Sekarang diva sedang berada di perpus kampus bukan mengerjakan skripsi. Tapi mengerjakan masalah saat berproses mengerjakan skripsi. Kalo kalian penikmat story whatsapp diva, ini adalah sebuah konten “Rndm day diva” versi Panjang. Ngendikane Pak Yai Anshori, tugas kita adalah menerima apa yang bisa diterima saat ini, dan mengusahakan yang akan kita terima dimasa mendatang. Maka yang harus diterima adalah yang ada saat ini, yang sudah terjadi didepan mata. Bukan (kekhawatiran pada) resiko yang belum terjadi. rumusnya begitu. Tapi pada perjalanannya, Ceritanya, beberapa hari ini_mungkin terhitung sejak diva menerima ‘revisi’ Bab 3, diva mengalami penurunan minat, kelihangan fokus dan seperti tidak memiliki motivasi. Diva beberapa kali merasa perlu melarikan diri dari berisik kepala diva yang tidak bisa diartikan. Tidak terbaca oleh server. Semua bermula dari revisi dospem diva yang merekomendasikan “True-experimental”. Sebuah penelitian dengan Tingkat keseriusan...

Bukan tulisan penting

" Maaf ya, Maaf yaa kalo kamu harus mendengar ucapan yg nyakitin, kalo kamu harus mendengar ucapan yang bikin kamu ngga nyaman. Maaf yaa " Kata ku pada diva. Matanya yang semula hanya penuh berembun, sekarang deras dihujani air mata. Sebuah Cerpen. Beberapa saat yang lalu. Diva yang memiliki hajat kecil dan merupakan pendatang tidak memiliki gayung dan ember. Dua gedung kamar mandi dengan air sangat terbatas yang dipisahkan gang setapak dan akses jalan yang harus melewati dapur  membuat diva sedikit panik. Bolak balik memastikan kesediaan air dan alat Mck nya. Berpindah beberapa kali dari satu gedung wc ke gedung lain. Melihat air, keluar lagi mencari gayung, kembali lagi akan mengumpulkan air yang ternyata naasnya sudah tidak mengalir. Akhirnya diva kembali ke gedung lain setelah 3 kali bolak-balik. Tanpa angin tanpa hujan, dari arah seberang, teras dapur tepatnya, seseorang meminta nya untuk menyalakan lampu. Selain tidak mengerti lampu mana yang dimaksud, diva juga tidak m...

Sarapan pagi dari Kanjeng Syeikh

Gambar
  Sebuah Tahadduts Bi Ni'matillah Sudah menjadi adat, dimana kegiatan pondok pagi jum'at pondok dimulai dengan pembacaan Rotib Kubro di Maqbaroh Romo Yai Abdulllah Sa'ad. Pembacaan Manaqib Kanjeng Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani, mauidzhoh hasanah oleh Pak Yai Anshori dan di tutup dengan sarapan bersama dengan menu Nasi Liwet Ayam Kampung. Perkuliahan diva yang udah mulai kira-kira 2 pekan ini bikin diva harus pinter-pinter nyesuain jam. Antara kegiatan pondok yang ngga sampai hati buat ditinggal, dan kegiatan kampus yang memang kewajiban. Hari ini, jam 05.45 diva baru berangkat ke maqbaroh. Setelah terlambat beberapa menit karena harus nyiapin peralatan kuliah dan harus dalam keadaan siap untuk kuliah di jam 08.00. Rapih berseragam. Estimasi manaqib biasa selesai kurang lebih jam 07.00 dengan mauidzoh 15 menit jadi 07.15. Berhubung jam subuh yang lebih siang, 04.30 berimbas pada manaqiban yang akhirnya selesai 07.10. Rincian jam yang sebelumnya sudah diperkirakan harus mundur...

Cinderamata Terakhir ; sebuah `Pesan pembuka`

Gambar
Ini adalah Pak Yai Anshori dan Habib Zaidan bin Haidar bin Yahya. Pak yai adalah guru dari Bib zaidan yang notabenenya santri Al-Inshof sebelum akhirnya mondok di Krapyak. Bib Zaidan adalah cucu dari Guru-nya Pak Yai, Abah Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya. Juga cucu Rasulullah, Muhammad Saw. Maka, Bib zaidan memuliakan Pak Yai sebagaimana seorang murid kepada guru. Begitu juga Pak Yai, memuliakan Bib zaidan sebagaimana Seorang murid mencintai keluarga gurunya. Sebagaimana seorang Muhibbin mencintai keluarga Rasulullah. Dulu, jauh sebelum akhirnya mondok di solo, diva sempet cemas karna mama nyariin diva pondok di solo lewat syarifah. Dimana saat itu lagi marak-maraknya oknum yang membenturkan Buya Sa'id Aqil dan Abah Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Meski beliau-beliau sendiri sebenarnya tidak pernah sedikitpun saling benci. Bahkan malah saling menghormati dan mencintai. Tapi tetap saja, banyak oknum yang menggiring dan membenturkan opini para muhibbin dari 2 tokoh ini. Sin...

Uang dari langit ✨

Sebuah Tahhaduts bi Ni'matillah Ngendikane R. Y. Anshori, kalo lagi seneng, berarti tugas kita buat syukur.  Kalo lagi susah, berarti tugas kita buat sabar Akhir-akhir ini, diva lagi belajar mindset baru. Kalo jajan itu bukan kebutuhan. Jadi selama jatah makan aman tapi ngga ada jatah jajan, diva tetap baik-baik aja. Kenapa ? Buat belajar menyabarkan hati dan mental ketika kiriman jatah jajan tidak bisa di prediksi. Ceritanya, udah sekitar seminggu ini diva konsisten jemput syarifah cilik yang lagi ikut pesantren kilat di daerah solo kota. Cuma beberapa hari. Terakhir besok. Uang yang diva pegang tadi pagi, tinggal cukup buat kira-kira beli bensin satu kali. Buat jemput satu sampe dua kali lagi. Dengan estimasi kiriman selanjutnya adalah minggu depan 😅 rada horor sih, tapi ngga papa lah. Singkat cerita, melihat kebutuhan keuangan diva yang tinggal beli bensin, ( karena jajan udh ngga masuk list kebutuhan ) jadilah dari malem tak niatin. Ini uang terakhir buat beli bensin jempu...

Wanita ; Cita-cita, usia dan pria

Entah berapa kali, diva yang sebenernya udah paham 'konsep jodoh itu cerminan' tetep dibikin galau ketika ngerasa jatuh suka. Beberapa kali juga menyengaja diri menikmati euphoria jatuh suka. Padahal, diva belom mau menikah 🥲 Jodoh ngendikane Gus Baha itu, seorang yang mau dinikahi dan mau menikahi. Maka ketika kita belum ada dalam keadaan siap menikah, sudah bisa dipastikan sosok 'dia' yang datang adalah sebuah 'ujian'. Tapi ngga tau gimana caranya, angan-angan cerita cinta dengan dia yang masih jauh masanya itu sering banget menyita pikiran diva. Sampe pada akhirnya di pengajian Hikam tadi, R. Y. Anshori Syukri njelasin, تشوفك إلى ما بطن فيك من العيوب خير من تشوفك إلى ما حجب عنك من الغيوب Kalo fokus kita, telitinya kita sama  kekurangan kita yang terlihat didepan mata, kegagalan usaha kita di hari ini, lebih baik dari pada fokus dan telitinya kita memikirkan masa depan yang belum terlihat didepan mata. Maka begitu juga dengan menggapai cita², yang per...

Uraian Rasa, Deraian Kata.

Ada banyak bentuk luka. Dari begitu banyak sumber luka, Pastilah kita pernah jadi salah satunya. Dan dari sekian banyak sumber dopamin, Kenapa harus dengan jatuh suka ? Kamu yakin, sudah siap kembali luka ? Tanyaku pada diri sendiri. Bagaimana menghentikan adiksi dopamin ? Bagaimana jatuh suka tanpa pernah luka ? Bagaimana bisa seseorang memimpikan cinta tanpa tau luka ? Bukankah bagi pecinta, suka dan luka masih sesama bentuk cinta ? Cari cinta tanpa luka, atau dapati luka, jatuh cintalah. Hanya tersisa dua pernyataan, salah menjatuhkan rasa atau salah memandang rasa . Bagaimana bisa jatuh suka pada makhluk-Nya, menjadi jalan pada Khaliq-nya ? Kalau hatimu saja sudah penuh dengan makhluk-Nya. Baiklah, mari kita akui, kamu suka dia. Tapi hatimu kemana ? Siapa yang selalu kau sebut ? Kalau من أحبّ شيئا كثر ذكره " Barang siapa mencintai sesuatu, maka ia (akan) sering menyebutnya ". Sedangkan, من أحبّ شيئا فهو عبده " Barang siapa mencintai sesuatu, maka ia pasti aka...