Postingan

Selamat datang di 21 🤍

Ini cerita tentang bolu ultah adeknya diva, adek cincin. tahun ini, dia punya banyak dream tart. pengen kaya trend ini, pengen kaya trend itu. H-2 pemesanan, dia masih bingung. setelah fiks mau model yg kaya apa, ternyata di gosting sama admin toko kue-nya. akhirnya, di H-1 ultah, kue belom ada. yah, ngga bisa pas 00.00 deh 😅🤏🏼 semalem kita cari-cari toko kue yg rekomended dan sesuai budget. ketemu sama Brastagi Bakery. pesen semalem, Alhamdulillah sore ini udah jadi. Ultah cindy tahun ini lumayan menguras energi dan waktu buat cari-cari bolunya. tapi diva bangga dan bersyukur, cindy udah bisa belajar menentukan kemauannya, usaha dan belajar menerima konsekuensi atas pilihannya. sebuah kegiatan orang dewasa untuk cindy. lahir sebagai anak bungsu, cindy tumbuh dengan sudut pandang "pilihan adek ngga bagus, pasti pilihan mama/papa/kakak lebih bagus". pernah jadi adik kecil bukan berarti selamanya cindy adalah anak kecil, meski tidak bisa di pungkiri, dimata kaka dan papa ...

Lembar Tagihan-Nya

Belum genap 1 bulan, Sejak tahun 2026 dimulai. Entah diva yg memang belum siap, atau diva yg tidak pernah mempersiapkan diri sebelumnya, pagi hari diva mendapat pesan singkat untuk mendaftarkan diri di lowongan pekerjaan dekat rumah. Tidak sampai 10 menit perjalanan. Lowongan dari salah satu Lembaga pelayanan kesehatan milik pemerintahan. Tarik mundur, sebenarnya lowongan itu sudah di sebar kira-kira dua pekan yang lalu oleh kawan diva di grup angkatan. Saat itu diva langsung meneruskan pesannya kepada mama, diva katakan betapa tergiurnya diva dengan tawaran pekerjaan tersebut. Obrolan kami pun mengalir sampai pada cerita salah seorang muassis ponpes lasem , bu Ny. Ma’shum . Singkat ceritanya beliau adalah seorang sholihah yg berpuasa selama 30 tahun berturut-turut. 10 tahun untuk nirakati dirinya sendiri, 10 tahun untuk anak keturunannya dan 10 tahun untuk santri-santrinya. Diceritakan pada masa beliau tirakat tersebut, penerangan masih menggunakan lampu minyak dan sumur timba un...

Seorang Anak Kecil dan Baju '"bau toko"nya

  Sepanjang bulan maret dan april ini, diva sedang senang²nya membaca buku 'self-reparenting' dari Kak Dhannisa Cho yg tempo hari diva beli. beberapa kali mencoba melihat dengan sudut pandang anak kecil, saat bersama anak-anak. juga berusaha melihat dengan sudut pandang anak kecil yg bersembunyi dalam diri orang dewasa di sekitar diva. ''YaAllah, inget banget dulu anak-anak kecil (sampai hari raya lebih) seminggu masih bau toko'' (karena bajunya baru dari toko) Kata papa, setelah akhirnya memakai setelan kaos baru (yg memang sepertinya sengaja belum ia cuci) dan celana baru kado ulang tahunnya. Tahun ini, ulang tahun papa diva bertepatan dengan hari raya Idhul Fitri. Setelah membaca Gentle Souls, diva menyadari, salah satu jiwa dengan anak kecil paling rapuh dirumah adalah beliau yg selalu menjadi kuat. Saat itu, sambil memikirkan akan memberi kado apa, sambil diva membayangkan "kapan terakhir kali ia mendapat perayaan ulang tahunnya ? apakah ada di masa...

Seri psikologi dan kabur ngaji (lagi) 😀

Gambar
  Kalo ngendikane Pak Yai Anshori, jadilah apapun profesinya, bercita-citalah, pelajari ilmu apapun, tapi selalu bawa serta 'pakem-pakem gurumu'. nilai-nilai yang ditanamkan dari gurumu. mungkin itu juga alasan diantara banyak buku beliau, Romo Yai Abdullah Sa'ad memberi diva buku 'Nalar Inshofi' dipertemuan pertama dan ternyata terakhir kalinya. Lahul Faatihah.  Ceritanya, akhir-akhir ini diva lagi baca buku "Si Kecil yg Terluka Dalam Tubuh Orang Dewasa" karyanya Patresia Kirnandita. ada banyak sudut pandangnya yg menurut diva menggelitik untuk dibahas, salah satunya di bagian ini.  Dalam agama islam khususnya, seorang muslim disunnahkan memulai hari dengan sholat fajar/ qobliah subuh yg ganjarannya adalah seperti memiliki dunia dan seisinya. kenapa ? agar seorang muslim sadar, memiliki self esteem atau 'keberhargaan diri' yg tinggi. sehingga orientasi hariannya bukan lagi sekedar mencapai hasil, melainkan menikmati proses. bahwa hasil adalah pem...

Kopi, Bergadang dan Tenang 🌻

Gambar
  Seperti ngendikane Pak Yai Anshori; setiap manusia berbuat baik untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain. Begitu pula sebaliknya. Teori ini sangat sejalan dengan teori stoikisme dimana, yg bisa kita kendalikan adalah respon kita, apa yg ada dalam diri kita dan yg kita lakukan. Adapun respon orang lain, hal yg terjadi dalam diri orang lain dan apa yg mereka lakukan itu diluar kendali kita. Maka bagaimana agar kita bisa menjadi seorang yg terkendali ? tidak mudah terpancing, tidak mudah asal melepaskan emosi ? mungkin bisa dimulai dengan mengenali diri sendiri, dengan memahami apa yg terjadi pada diri kita, maka kita akan mudah berproses mencari solusi untuk diri kita. Tulisan ini panjang dan ruwed, mungkin karena diva masih dalam proses, mungkin juga karena diva udh jarang bangeeet nulis, atau mungkin juga karena diva memang sedang tidak fokus. Tapi ngga papa, mulai (lagi) dulu aja, itung-itung pemanasan. Jadi, selamat membaca dan terimakasih untuk waktunyaa 🌻 Randm day di...

Ngga usah semangat, males juga ngga papa 😄

 Sebuah tulisan yang diva tulis saat kabur dari jam ngaji diva. Mwehehe. Semoga Pak Yai dan Bu Nyai diva selalu diberikan usia yang panjang, disehatkan badannya, di sabarkan dan lapangkan hatinya punya santri modelan diva 😀😅 semoga diva pendek kabur-kaburnya. Jangan lama-lama :") cepet dan awet sadarnya, Aamiin. Kebiasaan lama diva yg belum kunjung berkembang adalah, membagi work life balance ke dalam 7 hari. Belum sampai kepada 24 jam. Maksudnya gimana ? Kebutuhan pengembangan diri diva saat ini, diva memiliki 2 lingkungan utama yg berbeda. Lingkungan pondok dan luar pondok. Berdasarkan Wlb yg sudah diva lakukan kemarin, diva masih sebatas membagi prioritas menjadi senin-kamis untuk luar pondok (karena saat itu semester akhir), jum'at untuk diri sendiri (blank space, libur) dan sabtu minggu untuk kebutuhan pondok (full tanpa menyentuh keperluan kampus) Setelah lulus perkuliahan, diva merasa perlu melepas semua yang berkaitan dengan perkuliahan, untuk fokus dengan kebutuha...

Mari kita siasati kerokan itu 💆🏻‍♀️

Ps; Kalau kau membaca tulisan ini dan merasa bingung atau pusing, terimakasih sudah menyempatkan membacanya 🌻 tulisannya memang tidak serapih biasanya, karena author sedang menulis dengan terlalu apa adanya 🙏🏻😄  Setelah aktifitas full di hari selasa karena geladi bersih, dilanjut siangnya mutar muter solo beli entah bunga, entah kuku, entah kaus kaki dan entah ciput, sorenya langsung gas solo balapan untuk menjemput mama papaku, malam masih ada keperluan mbak² salaf, ada menjahit baju, ada mengurus keberangkatan mama papa ke acara haul masjid al-khoir yang diva nyusul setelahnya. Jam 9 malam baru bisa sampai di acara haul masjid Al khoir. Selesai jam 11 malam, diva masih semangat menemani yahro yg ngidam muter2 pasar malem sampai pulang pondok di jam 12.00. Setelah menata tempat tidur mama dan papa, diva yang cukup besar keinginannya menambahkan manik2 di baju ini masih sibuk menjahit sampai jam 01.30. Tidur yang sebentar itupun dibarengi memakai masker karna khawatir kalau kal...